Showing posts with label jawa. Show all posts
Showing posts with label jawa. Show all posts

Ucapan selamat ulang tahun dalam bahasa jawa krama


Ucapan selamat ulang dahulu belum ada di masyarakat jawa, dan memang tradisi ulang tahun, di kalangan masyarakat Jawa pada jaman dahulu pun belum dikenal, tetapi seiring dengan perkembangan jaman, dimana orang jawa pun berinteraksi dengan kaum pendatang seperti dari cina, dan dari barat maka budaya ulang tahun pun menjadi umum diadakan di masyarakat kita.

Ucapan Hari Raya Idul fitri dalam Bahasa Jawa, halus dan kasar, Jawa ngapak (pesanan status)

Banyak bahasa diucapkan di dunia ini tetapi bahasa yang paling gampang dimengerti oleh seluruh bangsa, seluruh negara di dunia ialah bahasa senyuman.

versi halus / bahasa jawa krama:
Ngaturaken sugeng riyadi, sedoyo (sedaya)* lepat kawula nyuwun pangapunten.
artinya menghaturkan selamat hari raya, semua kesalahan saya, mohon dimaafkan.
)* khusus banyumas dibaca 'a'.
Diucapkan dengan halus, karena walau bahasa banyumasan (ngapak) terkenal kasar, tetap saja adat orang Jawa masih dipakai pada saat resmi dan sakral seperti ucapan Hari Raya Idul Fitri, bahasa yang diucapkan pun menggunakan anggah-ungguh kesopanan pada umumnya. Ucapan di atas juga bisa dipakai oleh penduduk jawa bagian Solo / Surakarta atau Yogyakarta, atau Semarangan, karena tidak ada bedanya ucapan bahasa jawa halus antara Banyumas dengan Solo.

PEPELING (puisi dalam bahasa jawa artinya peringatan)

Wis wancine tansah dielingke
Wis wancine padha nindhakake
Adzan wus kumandang wayahe sembahyang
Netepi wajib dhawuhe Pangeran
Sholat dadi cagak ing agama
Limang wektu kudu tansah di jaga
Kanthi istiqhomah lan sing tuma'ninah
Luweh sampurna yen berjema'ah
Subuh luhur lan asyar
Sholat sayekti ngadohke tindhak mungkar
Magrib lan isyak jangkepe
Prayogane ditambah sholat sunate
Jo sembrono iku prentah agama
Ngelingana ning ndunyo mung sedelo
Sabar lan tawakal pasrah Sing Kuasa
Yen kepengen mbesok munggah suarga

#puisi poem jawa bahasa facebook

saat ini aku hanya ingin mengucapkan selamat tidur pakai bahasa jawa: #sugeng tilem, sugeng sare

katanya orang cerdas terlihat dari cara dia bertanya,
dan orang bijaksana terlihat dari cara dia menjawab

aku tidak ingin bertanya, tidak ingin menjawab, karena apa manfaatnya jika hanya 'terlihat' cerdas dan bijaksana
lebih jauh lagi, apa gunanya cerdas dan bijaksana jika tidak bisa bersanding denganmu? haha (error)

saat ini aku hanya ingin mengucapkan selamat tidur pakai bahasa jawa:

#sugeng tilem, sugeng sare

catatan: sugeng tilem untuk orang yang lebih muda

sugeng sare diucapkan untuk orang yang lebih tua

tentang petungan jawa, perhitungan nasib: sri, lungguh, dunya, lara, lan pati.

Tentang perhitungan nasib: sri, lungguh, dunya, lara, lan pati.

sri itu dari bahasa sanskerta, artinya bercahaya.
lungguh artinya dalam bahasa jawa krama sama dengan duduk, maksudnya ialah simbol kedudukan.
dunya, yang dimaksudka ialah dunia, dan ini melambangkan harta.
lara artinya sama dengan sakit.
pati artinya ialah kematian.

Antah bagaimana dan asal usul rumus orang jawa dalam menghitung nasib. yang jelas saya percaya, tidak ada formula bikinan manusia yang tepat untuk mengetahuinya dengan pasti.

Kecuali yang terakhir yakni kematian yang memang pasti mendatangi semua orang. maka Hal ramalan lainnya itu sifatnya bathil adanya. Sebagaimana yang telah nabi muhammad sabdakan dalam salah satu hadisnya yang mulia, bahwa ramalan-ramalan itu syirik, dan suatu perbuatan dosa besar.
berikut adalah dalil-dalilnya
- Dari ‘Aisyah radhiallahu 'anha ia berkata: Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah tentang dukun-dukun. Rasulullah berkata kepada mereka: “Mereka tidak (memiliki) kebenaran sedikitpun.” Mereka (para shahabat) berkata: “Terkadang para dukun itu menyampaikan sesuatu dan benar terjadi.” Rasulullah menjawab: “Kalimat yang mereka sampaikan itu datang dari Allah yang telah disambar (dicuri, red) oleh para jin, lalu para jin itu membisikkan ke telinga wali-walinya sebagaimana berkoteknya ayam dan mereka mencampurnya dengan seratus kedustaan.” (HR. Al-Bukhari no. 5429, 5859, 7122 dan Muslim no. 2228)

-Mu’awiyah ibnul Hakam As-Sulami radhiallahu 'anhu berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, saya baru masuk Islam yang datang dari sisi Allah, dan sesungguhnya di antara kami ada yang suka mendatangi para dukun.” Beliau bersabda: “Jangan kalian mendatangi para dukun.” Dia (Mu’awiyah ibnul Hakam) berkata: Aku berkata: “Di antara kami ada yang gemar melakukan tathayyur (percaya bahwa gerak-gerik burung memiliki pengaruh pada nasib seseorang).” Beliau berkata: “Demikian itu adalah sesuatu yang terlintas dalam dada mereka, maka janganlah menghalangi mereka dari aktivitas mereka (untuk berangkat -pen/yakni gerakan burung itu jangan menghalangi orang-orang tersebut untuk berbuat sesuatu -ed).” (HR. Muslim, no. 735)