Persiapan Kegiatan Yang Menghasilkan Sebelum Pensiun

Dalam suatu pelatihan entrepreneurship menjelang pensiun seorang trainer mengajukan pertanyaan, “siapa yang sudah siap pensiun ?”

Tak satupun dari puluhan para peserta yang walaupun rata–rata berusia dikisaran setengah abad itu mengacungkan telunjuknya. Dan ketika sang trainer melanjutkan pertanyaannya “Siapa yang belum siap pensiun ?” mestinya semua peserta mengangkat tangannya, karena terhadap pertanyaan pertama mereka tidak ada yang mengacungkan telunjukknya.

Tetapi apa yang terjadi, tidak satupun peserta yang bereaksi.

Lalu bagaimana? inilah fenomena umum pensiunan di Indonesia. Dari sisi kesiapan Sebagian besar merasa  sebagian besar merasa tidak siap pensiun, tetapi apa daya usia mereka sudah lebih dari setengah abad dan dipaksa harus pensiun.

Bagi sebagian karyawan di Indonesia, pensiun ibarat “Kiamat”. Pensiun berarti munculnya persoalan – persoalan baru dalam babak kehidupan selanjutnya. turunnya penghasilan bisa menimbulkan persoalan finansial karena tidak dengan sendirinya kebutuhan setelah pensiun akan menurun. Bahkan dalam banyak kasus kebutuhan setelah pensiun justru bertambah, seiring kebutuhan pendidikan anak – anak. Juga harga kebutuhan hidup yang terus membumbung. dalam sebuah survey terungkap data yang cukup membuat kita miris. Hanya 2 % pensiunan yang bisa menikmati kehidupan mapan tanpa harus melakukan kegiatan produktif. Artinya 98 % pensiunan harus bekerja keras tahap kedua untuk bisa menopang kehidupan yang mapan.

Selain persoalan finansial dan menurunnya tingkat kesehatan, persoalan yang diidap seorang pensiunan adalah post power syndrome. Bahkan disebut-sebut post power syndrome ini merupakan penyebab menurunnya secara drastis kesehatan seorang pensiunan.

Ada satu jawaban (tetapi bukan satu – satunya terhadap tiga persoalan yang dihadapi oleh pesiunan itu yakni berbisnis. Beraktifitas dalam dunia bisnis diyakini bisa mengatasi persoalan finansial, persoalan kesehatan dan menangkal terjadinya post power syndrome).

Tetapi menjalankan bisnis pada usia senja bukan persoalan yang mudah. Salah memilih jenis bisnis atau salah mengelola bisnis alih – alih bisa mengatasi persoalan, Justru akan mempercepat datangnya permasalahan – permasalahan itu.

Itu sebabnya ada hal – hal khusus yang harus dipersiapkan dan dipertimbangkan untuk para pebisnis calon pensiunan maupun pensiunan. Apalagi kalau uang tabungan atau uang pensiunan menjadi taruhan dakan bisnis ini, maka persiapan yang matang mutlak diperlukan. beberapa kiat ini bisa menjadi pertimbangan utama bagi para calon pensiunan maupaun pensiuanan yang ingin berbisnis.

Pertolongan pertama pada luka bakar

Yang terpenting dalam pertolongan pada luka baker adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri . Terbakarnya permukaan tubuh membuat sensasi nyeri yang sangat hebat, terutama pada luka baker yang tidak terlalu dalam sehingga saraf – saraf nyeri banyak mengalami rangsangan. Selain itu juga perlu mendapat perhatian sumber penyebab luka baker itu apa? Api dan air atau uap panas itu sangat berbeda, begitu juga dengan lokasi tubuh, sangat berbahaya adalah menghirup uap panas hal ini akan segera menyebabkan edema jaringan saluran napas sehingga terjadi obstruksi atau sumbatan jalan napas.

Mengurangi rasa nyeri yang palng ideal adalah air bersih yang dingin. Seringkali terjadi kesalahan dalam penanganan luka baker pada tahapan ini. Penggunaan bahan selain air bersih merupakan hal yang tidak menguntungkan bagi korban, karena selain air yang bersih akan menyebabkan semakin kotornya permukaan luka, mempersulit pembersihannya pada saatnya nanti dan dapat menambah rangsangan nyeri itu sendiri kalau memungkinkan berikan siraman air yang mengalir.